Pilih Yang Muda Atau Yang Tua ?!

Seringkali tiang menyaksikan acara dialog atau debat di televisi yang membahas pentingnya pemuda untuk mengambil alih kepemimpinan bangsa ini, yang paling getol dan berambisi menurut tiang adalah si Fazrul, dalam setiap dialog atau diskusi dia telihat paling dominan dengan gaya bicaranya yang menggebu-gebu (terlalu dibuat-buat kalau menurut tiang !!).

Menurut tiang masalah kita bukan soal kalau yang menjadi pemimpin itu tua atau muda, masalahnya adalah tidak ada saluran demokrasi untuk seseorang yang punya kredibilitas, bersih dan berani untuk menjadi pemimpin. Sistem demokrasi dan segala aturan yang kita miliki sekarang hanya bisa menjadikan seseorang yang populer, punya uang, tebal muka, dan koruptif lah yang bisa jadi pemimpin.

Miq Jelani, Miq Yushi, Miq Junep dan  KS-er lainnya punya kredibilitas, pandai dan berani. Tapi apa mungkin dia jadi presiden??? nggak ada jalurnya…. Kalaupun dia atau tokoh muda lainnya dapat kendaraan untuk ikut Pilkada misalnya, apakah dia bisa menang?? Susah …pemilih kita sebagian besar adalah pemilih emosional bukan rasional, yang nggak akan ngerti bahasa tinggi orang sekolahan.

Mereka memilih karena figur yang mereka kenal, musik dangdut atau angpau.
Kalau pelinggih mau merebut kepemimpinan masuk saja ke Parpol atau paling tidak minta dukungan parpol  kayak TGB Bajang, rubah dari dalam kemudian rebut kepemimpinannya. Tapi jangan kayak si XXX (sensor ah..) di partai XXX (ini juga ah..) dong, dipartai manapun  ya pasti akan ketemu orang-orang yang menjengkelkan, oportunis, cari makan lewat partai, preman, dsb. Tapi kalau karena itu kemudian jadi LSM dan teriak-teriak di berbagai forum, ya maaf saja ternyata kelas pelinggih cuma aktivis bukan pemimpin !!

>> Ampure tulisan ini hanya fiktif semata, apabila ada kesamaan nama dan tokoh mohon maaf karena sengaja :)

6 Responses to “Pilih Yang Muda Atau Yang Tua ?!”

  1. Saya setuju …

  2. Kalau saya pilih yang setengah mateng, ga tua juga ga muda :)

  3. SEPAKAT!!!
    dalam memilih sosok pemimpin negara,kita hrus menepikan hal hal yang sepele dan tidak penting dalam kaitannya dengan kepemimpinan.
    jangan ada lagi diskriminasi tua muda,wanita pria,jawa dan bukan jawa serta hal hal kecil lainnya yang tidak penting.
    karena yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah sosok pemimpin yang mampu mengatasi persolan bangsa ini dengan kemampuannya menjalankan roda pemerintahan yang jujur,bersih serta demokratis.dan yang terpenting adalah sikap yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

  4. Saya sangat setuju dengan pendapat anda, cuma masalah yang sebenarnya dihadapi bangsa ini adalah kenyataan bahwa pemimpin-pemimpin kita yang ada sekarang yang nota benenya termasuk golongan sudah tua telah terbukti tidak capable dalam menjalankan tugas untuk mengatasi persoalan kebangsaan kita, sehingga kita berharap kepada tokoh-tokoh yang masih muda untuk bisa menggantikan walaupun harus diakui pula bahwa itu tidak mesti berhasil namun setidaknya kita masih bisa menaruhkan harapan kita kepada tokoh muda yang ada daripada orang tua yang sudah jelas-jelas tidak mampu

  5. Sulhan Fauzani Says:

    Layak tidaknya seseorang untuk suatu posisi tidak harus didasarkan atas kriteria yg sdh given dan natural seperti usia,gender, suku dll tp yg paling esensi adalah seorang pemikir yang progresif dan dinamis serta implementor yang tegas, berprinsip dan konsisten dengan nilai2x pemikirannnya.

  6. mbe – mbe wah sak penting bebas KORUPSI dait dendek jari Mafia doang??
    sak paling penting bau jalanan ide – ide brilian untuk pembangunan masyrakat

Leave a Reply