Panwaslu Loteng, “Jeruk Makan Jeruk”

Pagi sekitar pukul 06.00 wita hari Sabtu tanggal 15 November 2008, tiang “patroli” di sepanjang jalan Gajah Mada Praya. Di sepanjang jalan tiang melihat banyak sekali atribut-atribut partai politik yang bertebaran, ada yang nangkring di pohon, di tiang telpon, di tiang listrik, bahkan ada yang menancapkannya di trotoar. Jumlahnya banyak sekali bahkan kalau tiang perhatikan umbul-umbul pada saat perayaan 17 Agustusan lalu tidak seramai ini. Tapi itulah wajah kota Praya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Sesampainya tiang di per-tigaan PLN tiang melihat ada sesuatu yan janggal, pasalnya di halaman Kantor secretariat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Loteng yang bersebelahan dengan kantor PLN tersebut tertancap sebuah bendera partai PDIP, lengkap dengan gambar banteng dan moncong putihnya. Tiang langsung berhenti dan mematikan serta memarkir sepeda motor tiang di seberang jalan.

 

image015-copy5 

Tiang langsung berniat untuk meng-abadikan-nya, tentunya dengan celingak-celinguk kaya maling terlebih dahulu, merasa keadaan sepi dan aman, tiang langsung mengambil HP dan menjepretnya. Dan hasilnya  seperti semeton lihat diatas. Namun siapa sangka pada saat itu dari dalam kantor tersebut keluar seorang kakek-kakek bertelanjang dada sambil berteriak “woooeei kenyekem kembe te?” yang kalo di translet ke bahasa Indonesia kurang lebih artinya “woooeei sedang apa kamu disana?”.

Kaget, tiang langsung ngacir ke arah barat menuju Kantor Bupati Loteng. Sesampainya di rumah tiang tertawa sendiri mengingat kejadian itu, yang tiang tidak habis pikir kenapa tiang kabur? Padahal tiang hanya mengambil foto saja, tapi mungkin itu karena reflek atau karena ada sedikit perasaan bersalah telah mengambil foto secara diam-diam seperti seorang paparatzi.

Okelah.. kita lupakan sebentar kejadian itu, kita kembali kepada poin yang ingin tiang sampaikan. Sepengetahuan tiang tugas dan wewenang Panwaslu adalah mengawasi semua tahapan Pemilu termasuk menerima laporan pelanggaran yang dilakukan oleh partai politik, kalau kata Miq Khalid Karyadi (Ketua I Partai Patriot & Sekretaris ASITA NTB) Panwaslu adalah Polisi-nya parpol.

Tapi pada kenyataannya di Loteng justru Panwaslu-lah yang melakukan pelanggaran, Panwaslu telah menunjukkan “keberpihakannya” ke salah satu Parpol. Andaikan saja Panwaslu Loteng memasang semua bendera Parpol tentunya itu bukan menjadi masalah, lain halnya kalau yang dipasang hanya bendera satu Parpol saja.

Mungkin bendera itu dipasang oleh orang lain dan tidak diketahui oleh Panwaslu … Mustahil, pasalnya di kantor Panwaslu tersebut ada “penunggunya” yang tadi sempat membuat tiang tunggang langgang melarikan diri, jadi  tidak mungkin sampai Panwaslu tidak tahu. Atau jangan-jangan selama ini para anggota Panwaslu Loteng tidak pernah bekerja dan masuk kantor? Wallohualam lah kalau masalah itu.

Seperti ungkapan anak-anak gaul sekarang “jeruk kok makan jeruk”, Panwaslu yang seharusnya mengawasi pelanggaran Pemilu malah melakukan pelanggaran. Tiang berharap Panwaslu Loteng dalam menjalankan tugas dan wewenangnya bisa professional bukannya malah ikut-ikutan “ber-politik”  demi kepentingan sekelompok orang saja.

>> Kejadian ini adalah kisah nyata dan benar adanya, kalau ada kesamaan nama dan tempat itu karena disengaja, tiang menyampaikan hal ini bukan “gedeg” karena dikejar oleh “penunggu” Kantor Panwaslu itu, melainkan murni karena tiang ingin Lombok Tengah khususnya dan Bangsa Sasak Umumnya menjadi lebih baik.

5 Responses to “Panwaslu Loteng, “Jeruk Makan Jeruk””

  1. lain meton, ino sax te paran pager belot taletan…..

  2. saya juga bayangin miq wharid yg ” rarattt” kayak di uber orang gila ha ha ha. seharusnya pelunguh bebase “tiang jak paras paok lek leah niki”jadinya penungunya ngak marah, cuma batu bata bisa terbang sendiri ha ha haaaaaaaaaaaaaaa………

  3. Rarattttttttttttttttttt.

    wartwana kok lari?

  4. lmjaelani :
    Rarattttttttttttttttttt.

    wartwana kok lari?

    Le Wharid :
    He he he itulah yang membuat tiang bingung miq :)

  5. Wahahahahahha.
    Berarti wartawan juga manusia
    Hehehehe

Leave a Reply