Archive for the Isin Otek Tiang Category

Pemilu Itu …

Posted in Isin Otek Tiang on November 16, 2008 by Le Wharid

Menjelang Pemilu 2009 semua Partai Politik sudah mulai ambil ancang-ancang, mulai dari memasang spanduk, umbul-umbul, bendera sampai stiker dan pamflet. Dampak positif dari Pemilu  ialah berputarnya uang dalam jumlah yang besar dan relatif lebih cepat. Pendapatan para tukang jahit meningkat drastis. Tukang sablon kaos, baju, spanduk, bendera, jaket, pamflet, stiker dan topi juga kebagian rejeki. Belum termasuk para penjual jasa-jasa lain yang tak terkait erat dengan kampanye. Pembelanjaan masing-masing Partai untuk keperluan iklan pada masa kampanye memberikan sumbangan yang tak kecil bagi pendapatan perusahaan media cetak, televisi, radio dan internet. Artispun banyak mendapat order. Pada gilirannya, penerimaan pajak negarapun bisa dipastikan meningkat, Seharusnya…


Selain pengaruh positif pada sisi ekonomi, Pemilu ternyata juga memberikan warna kecerian tersendiri. khususnya bagi masyarakat kalangan bawah, baik orang tua maupun anak-anak. Masyarakat kalangan bawah yang Notabene disebut kaum “pinggiran” tampak ceria melihat kampanye. Pinggiran maksud tiang di sini adalah Pinggiran dalam artian yang sebenarnya, karena mereka hanyalah penonton arak-arakan dari pinggir ruas jalan.

 
Tiang masih ingat sekali pada Pemilu sebelumnya di Praya, di tengah sengatan terik matahari, anak-anak dengan hanya bersandal jepit dan baju lusuh begitu melihat rombongan yang lewat berteriak-teriak senang. Sambil melambaikan bendera yang mereka punyai. Apalagi kalau partai yang lewat menyuguhkan tontonan atraktif. Tambah senanglah hati mereka.  Baginya tak masalah partai apa yang lewat. Warnanya mau kuning, biru, hijau, putih, merah atau warna-warni yang lainnya. Toh simbol warna-warni yang mereka miliki juga hasil pemberian, bukannya membeli. Asal bisa menyenangkan hati anak-anak kecil itu, ya sudah.

 

Bila rombongan telah lewat, anak-anak itu dengan sabar menunggu sambil duduk bergerombol. Si Bahri yang ingusnya keluar sambil menarik-narik kolornya ke atas. Si Getoh berkaos merah tanpa celana berlari ke sana kemari. Si Sapi’i berkaos putih dekil dengan kepala diikat pita hijau, duduk sambil menghisap es mambo. Para orang tua mereka juga duduk-duduk disepanjang trotoar, dengan hanya mengenakan daster yang sudah pudar warnanya, mereka bercengkrama satu dengan yang lainnya sambil menunggui anak-anak mereka.

 

Lewat tontonan gratis berupa kampanye di jalanan, kaum ibu-ibu merasa senang karena anak-anaknya bersuka-cita tanpa merengak minta mainan ini dan itu. Kecerian yang diperoleh nyaris tanpa ongkos. Paling-paling modal topi, payung dan sedikit minuman pelepas dahaga. Itupun sudah cukup. Benar-benar sebuah keceriaan masal yang berharga murah. Kaum pinggiran yang sering dikatakan sebagai orang-orang yang kurang pendidikan, miskin, buta politik, dan golongan yang mudah “terbeli”, begitu ceria melihat kampanye.

 

>> Sementara itu orang seperti tiang ini hanya bisa memperhatikan mereka tanpa bisa “membelikan” apa-apa. Memberikan sedikit keceriaanpun belum tentu bisa.

Perubahan !!

Posted in Isin Otek Tiang on November 8, 2008 by Le Wharid

Berubahlah  guna meraih hal-hal luar biasa itu

Berubahlah guna meraih hal-hal luar biasa itu

 

 

Perubahan, itulah semangat yang dikobarkan oleh semeton-semeton Pepadu Sasak beberapa hari ini, entah bagaimana awalnya pastinya semangat perubahan tersebut meresap dan menular di dada para semeton. Namun seingat tiang semangat perubahan tersebut dipicu oleh postingan komentar owner salah satu situs “tetangga” kita di Sasak.Org. Entah itu karena tersinggung atau rasa bersalah, menurut tiang moment itu merupakan moment yang sangat bersejarah bagi Komunitas Sasak karena telah “mencambuki” para semeton untuk melakukan berbagai perubahan terutama perubahan di Sasak.Org.

Hal tersebut merupakan pelajaran yang sangat berharga dan patut kita syukuri dan ambil hikmahnya, karena perubahan itu sendiri adalah sesuatu yang positif selama itu menuju ke arah yang lebih baik. Tiang teringat celoteh papuk Omah saat tiang kuliah dulu, bila kita berkeyakinan  untuk selalu memperbaiki hari ini untuk lebih baik dari kemarin, maka suatu saat tatkala kita menyadarinya, kita telah melangkah jauh dari keadaan kita yang semula.

 

Bila kita tidak berubah dan orang lain juga tidak berubah, maka keadaan juga tidak akan berubah, akan tetapi permasalahan akan timbul apabila orang lain berlomba-lomba untuk berubah sementara kita bermalas-malasan, karena hal yang paling diwaspadai oleh orang yang tidak mau berubah adalah perubahan orang lain. Dengan tidak adanya  keinginan untuk berubah, maka tampa kita sadari bahwa sebenarnya kita telah menjauhkan diri kita dari kejayaan dan hal-hal luar biasa yang dapat kita capai.

>> Tiang juga teringat salah satu nasehat dari ribuan nasehat papuk Omah kepada tiang, kalau kamu ingin mengetahui seseorang itu berkualitas atau tidak, perhatikanlah cara dia dalam memperlakukan dirinya pada hari ini, hari esok dan hari selanjutnya. Nunasan semeton kita berubah ke arah yang lebih baik guna meraih hal-hal yang luar biasa itu.

Ketik REG spasi TGB Kirim Ke 3400

Posted in Isin Otek Tiang on November 6, 2008 by Le Wharid

Seperti biasa setiap tanggal 3, invoice tagihan TelkomnetFlash langganan tiang datang, biasanya juga invoice tersebut disertai dengan “Media Halo” media informasi pelanggan Kartu Halo. Namun pada Media Halo edisi Oktober 2008 ada sesuatu yang membuat tiang tertarik, yakni adanya iklan SMS Premium TGB.Zainul Majdi yang juga merupakan Gubernur NTB.

Iklan SMS Premium TGB Zainul Majdi

Iklan SMS Premium TGB Zainul Majdi

 

Untuk sesaat tiang tidak bisa berkomentar apa-apa dengan iklan tersebut, lama tiang perhatikan, Disamping telah memecahkan rekor MURI dengan menjadi Gubernur termuda se-Indonesia ternyata kali ini TGB. Zainul Majdi memecahkan rekor lagi dengan menjadi satu-satunya dan merupakan yang pertama kalinya Gubernur yang ber-bisnis SMS Premium seperti layaknya para artis.

Tidak ada yang salah memang, setiap orang berhak untuk melakukan bisnis apapun asalkan tidak bertentangan dengan agama dan hukum yang berlaku. Dengan kesibukannya mengemban amanah yang baru sebagai seorang Gubernur, tentunya peran beliau sebagai seorang tokoh yang di hormati terutama perannya sebagai seorang tokoh agama yang setiap saat bersentuhan langsung dengan masyarakat di dalam memberikan tausyiah kepada umatnya akan berkurang.

Mungkin dengan bisnis SMS Premium inilah beliau men-siasatinya, dimana beliau tetap bisa menjalankan roda pemerinahan dengan amanah tampa melupakan umat-nya. Disamping praktis karena Hp saat ini sudah bukan lagi barang mewah, juga tarif yang dikenakan untuk setiap SMS-nya relative murah yakni Rp. 1000 bila dibandingkan dengan SMS premium lainnya yang rata-rata mengenakan tarif Rp. 2.500 sampai dengan Rp.5.000.

>> bagaimana semeton, kalau tertarik segera ketik : REG<spasi>TGB kirim ke 3400, disamping mendapat tausyiah siapa tau semeton bisa memenangkan 3 buah HP

Syekh Puji, Dirimu Itu Loh !!

Posted in Isin Otek Tiang on October 28, 2008 by Le Wharid

Pujiono Cahyo Widianto Alias Syekh Puji

Edan, Psyco, Maniak …. Itulah yang dilontarkan banyak orang melihat tindakan yang dilakukan oleh Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji asal Semarang ini. Seperti yang diberitakan oleh banyak media nasional Syekh Puji menikahi Lutfiani Ulfa seorang bocah yang baru berusia 12 tahun. Syekh Puji mengaku menikahi Ulfa secara siri dan berdasarkan atas suka sama suka dan juga pernikahan siri tersebut telah disetujui oleh orang tua Ulfa.

Atas tindakannya itu Syekh Puji dilaporkan oleh beberapa LSM dengan tuduhan melanggar UU perlindungan anak. Namun anjing menggonggong kapilah berlalu, Syekh Puji santai-santai saja, ia mengaku tidak gentar dengan orang-orang yang mempermasalahkan pernikahannya itu bahkan dalam waktu dekat ini ia berencana untuk menikahi dua orang bocah lagi yang berusia 7 tahun dan 9 tahun. Syekh Puji menegaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah benar menurut agama.

 

>> Hm… lagi-lagi pemahaman agama yang setengah-setengah memakan korban

Pepadu Sasak Versus Wimar Witoelar

Posted in Isin Otek Tiang on October 23, 2008 by Le Wharid

Menarik membaca tulisan L. Mara Satria Wangsa, pepadu Sasak yang bisa dibilang cukup sukses, beliau adalah staff Menko Kesra Aburizal Bakrie dan juga merupakan salah seorang Eksekutif di kelompok usaha Bakrie. Tulisan-nya yang berjudul “Benarkah Pengusaha hanya Mengejar Untung” yang dimuat di Koran Sindo tanggal 23 Oktober 2008 dimana inti dari tulisan beliau adalah menjawab sekaligus mengecam tulisan Wimar Witoelar yang berjudul “Menyelamatkan Bakrie” yang dimuat di Koran Sindo juga.

Lalu Mara Satria Wangsa mengecam pandangan Wimar Witoelar yang menyebutkan bahwa Bakrie adalah pengusaha nasional tetapi bukan nasionalis. Lalu Mara menilai pernyataan Wimar tersebut terlalu tendesius dan mengarah ke fitnah terhadap keluarga Bakrie. Dijelaskan oleh L. Mara bagaimana usaha keluarga Bakrie dan keluarganya dapat menyerap 35.000 orang tenaga kerja secara langsung dan 50.000 tenaga kerja secara tidak langsung. Ia juga menjelaskan kalau memang keluarga Bakrie tidak nasionalis buat apa menciptakan usaha dan menyerap begitu banyak tenaga kerja di Indonesia. Melalui tulisa itu juga L. Mara mempertanyakan kembali lebih nasionalis mana Aburizal Bakrie atau Wimar Witoelar.

Menanggapi jawaban atau kecaman L. Mara Wimar Witoelar sepertinya tidak mau menanggapinya secara sporadis, ia lebih memilih meng-up load tulisan L. Mara tersebut di situs-nya dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada para Netter setianya. Dan sudah bisa ditebak komentar Netter disitus milik Wimar tersebut 100 % mendukung si empunya situs, tapi tentunya hal tersebut adalah wajar-wajar saja, sewajar L. Mara membela Bakrie yang nota bene adalah bos-nya.

Terlepas dari itu semua tiang sebagai orang Sasak cukup bangga pada L.Mara karena sedikit tidak beliau telah membuktikan kepada tiang bahwa bangsa atau orang Sasak bisa seperti bangsa atau orang-orang dari suku lain yang memiliki otak yang cemerlang dan diperhitungkan.

>> Mengenai benar atau salah apa yang mereka sampaikan melalui tulisan-tulisan mereka tersebut tiang serahkan kepada semeton senamiyan, Tabek Walat !!