Lotengpers Bergabung Dengan Sasak.Org

Posted in Peristiwa on November 6, 2008 by Le Wharid
Sebenarnya sejak beberapa hari yang lalu tiang mau menulis tentang hal yang akan tiang bahas sekarang ini. Namun karena banyak kesibukan, akhirnya Alhamdulilah baru sekarang baru bisa terlaksana.

Terhitung tanggal 03 November kemarin tiang sebagai pengelola situs lotengpers memutuskan untuk berkolaborasi dengan situs resmi Komunitas Sasak, Sasak.Org, awalnya keputusan tersebut menuai tentangan dan kekhawatiran dari berbagai pihak terutama dari para Netter setia lotengpers seperti Miq. Zaenuri, Miq Yudi, Miq Sulye,  dan masih banyak Netter lainnya.

Alhamdulilah setelah tiang yang di bantu oleh Miq J menjelaskan alasan-alasan kenapa keputusan tersebut diambil, semeton-semeton tersebut akhirnya memaklumi, bahwa ada tujuan atau cita-cita yang lebih besar yang akan coba kami dan semeton-semeton senamiyan raih, yakni jayanya bangsa Sasak.
Tiang berharap langkah yang lotengpers dan Sasak.Org ambil ini tidak membuat semeton senamiyan merasa gundah dan resah karena pada dasarnya baik lotengpers maupun Sasak.Org adalah milik kita semua, dari, untuk dan oleh semeton senamiyan, mari kita bersama-sama berjuang dengan segala upaya untuk menjayakan bangsa Sasak tercinta ini.

>> Bagi semeton senamiyan sak endekman bergabung elek milis Komunitas Sasak silak klik elek niki atau elek niki masih baun, silak te buktian bahwa bangse Sasak memang patut tebanggean !!

Ketik REG spasi TGB Kirim Ke 3400

Posted in Isin Otek Tiang on November 6, 2008 by Le Wharid

Seperti biasa setiap tanggal 3, invoice tagihan TelkomnetFlash langganan tiang datang, biasanya juga invoice tersebut disertai dengan “Media Halo” media informasi pelanggan Kartu Halo. Namun pada Media Halo edisi Oktober 2008 ada sesuatu yang membuat tiang tertarik, yakni adanya iklan SMS Premium TGB.Zainul Majdi yang juga merupakan Gubernur NTB.

Iklan SMS Premium TGB Zainul Majdi

Iklan SMS Premium TGB Zainul Majdi

 

Untuk sesaat tiang tidak bisa berkomentar apa-apa dengan iklan tersebut, lama tiang perhatikan, Disamping telah memecahkan rekor MURI dengan menjadi Gubernur termuda se-Indonesia ternyata kali ini TGB. Zainul Majdi memecahkan rekor lagi dengan menjadi satu-satunya dan merupakan yang pertama kalinya Gubernur yang ber-bisnis SMS Premium seperti layaknya para artis.

Tidak ada yang salah memang, setiap orang berhak untuk melakukan bisnis apapun asalkan tidak bertentangan dengan agama dan hukum yang berlaku. Dengan kesibukannya mengemban amanah yang baru sebagai seorang Gubernur, tentunya peran beliau sebagai seorang tokoh yang di hormati terutama perannya sebagai seorang tokoh agama yang setiap saat bersentuhan langsung dengan masyarakat di dalam memberikan tausyiah kepada umatnya akan berkurang.

Mungkin dengan bisnis SMS Premium inilah beliau men-siasatinya, dimana beliau tetap bisa menjalankan roda pemerinahan dengan amanah tampa melupakan umat-nya. Disamping praktis karena Hp saat ini sudah bukan lagi barang mewah, juga tarif yang dikenakan untuk setiap SMS-nya relative murah yakni Rp. 1000 bila dibandingkan dengan SMS premium lainnya yang rata-rata mengenakan tarif Rp. 2.500 sampai dengan Rp.5.000.

>> bagaimana semeton, kalau tertarik segera ketik : REG<spasi>TGB kirim ke 3400, disamping mendapat tausyiah siapa tau semeton bisa memenangkan 3 buah HP

Syekh Puji, Dirimu Itu Loh !!

Posted in Isin Otek Tiang on October 28, 2008 by Le Wharid

Pujiono Cahyo Widianto Alias Syekh Puji

Edan, Psyco, Maniak …. Itulah yang dilontarkan banyak orang melihat tindakan yang dilakukan oleh Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji asal Semarang ini. Seperti yang diberitakan oleh banyak media nasional Syekh Puji menikahi Lutfiani Ulfa seorang bocah yang baru berusia 12 tahun. Syekh Puji mengaku menikahi Ulfa secara siri dan berdasarkan atas suka sama suka dan juga pernikahan siri tersebut telah disetujui oleh orang tua Ulfa.

Atas tindakannya itu Syekh Puji dilaporkan oleh beberapa LSM dengan tuduhan melanggar UU perlindungan anak. Namun anjing menggonggong kapilah berlalu, Syekh Puji santai-santai saja, ia mengaku tidak gentar dengan orang-orang yang mempermasalahkan pernikahannya itu bahkan dalam waktu dekat ini ia berencana untuk menikahi dua orang bocah lagi yang berusia 7 tahun dan 9 tahun. Syekh Puji menegaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah benar menurut agama.

 

>> Hm… lagi-lagi pemahaman agama yang setengah-setengah memakan korban

Antara Kemampuan Dan Gelar

Posted in Peristiwa on October 23, 2008 by Le Wharid

Malam itu datang seorang sahabat, berkeluh kesah tentang perjalanan hidupnya yang menurutnya tidak pernah mulus…

Malam itu ia berkeluh bahwa sudah ratusan kali ia melamar pekerjaan dan selalu gagal lantaran ia tidak memiliki gelar keserjanaan…

Setiap kali melamar pekerjaan, berkas lamarannya hanya berakhir di bak sampah…

Kemudian ia bertanya kepada tiang, apa kalau kita tidak memiliki gelar maka kita tidak berhak untuk bekerja ?, begitu pentingkah gelar sarjana itu ? apakah gelar lebih pentng dari kemampuan ?

Tiang cukup terenyuh mendengar pertanyaannya, karena tiang sadar bahwa sahabat tiang ini adalah salah satu dari jutaan sahabat tiang yang tidak memiliki gelar sarjana dan selalu ditolak saat melamar pekerjaan…

Tiang masih beruntung karena begitu tamat kuliah dan menyandang gelar sarjana tiang langsung ditawari bekerja oleh sebuah perusahaan yang cukup bonafit dan diberikan jabatan yang cukup bergengsi pula.

Tiang balik bertanya kepada sahabat tiang tersebut, tahukah meton berapa banyak peluang atau pekerjaan yang tidak membutuhkan gelar keserjanaan?

Jika meton bukan sarjana, janganlah cari pekerjaan yang mensyaratkan kesarjaanan, karena meton mungkin hanya buang waktu. Perusahaan yang mencari calon pegawainya dengan mensyaratkan kesarjaaan  juga tidak salah, karena itu adalah hak mereka dalam menentukan syarat

Cobalah meton mencoba sesuatu yang lain dari yang sekarang biasa meton lakukan. Bukankah ada semeton lain yang kurang lengkap organisasinya, tidak canggih cara-caranya, tetapi menghasilakn keuntungan dan pertumbuhan yang lebih baik

Mengapa meton tidak berhenti mengatakan apa saja yang bisa meton lakukan, tetapi mulai menunjukan apa yang bisa meton lakukan? Bukankah banyak pemilik perusahaan yang tidak sarjana, akan tetapi mempekerjakan ribuan orang sarjana dalam perusahaannya ?
 
>> Nah meton senamiyan bila kekhawatiran mengenai kemampuan membuat meton membatasi yang akan meton kerjakan, maka sebetulnya semeton telah membatasi yang mungkin semeton capai..

Pepadu Sasak Versus Wimar Witoelar

Posted in Isin Otek Tiang on October 23, 2008 by Le Wharid

Menarik membaca tulisan L. Mara Satria Wangsa, pepadu Sasak yang bisa dibilang cukup sukses, beliau adalah staff Menko Kesra Aburizal Bakrie dan juga merupakan salah seorang Eksekutif di kelompok usaha Bakrie. Tulisan-nya yang berjudul “Benarkah Pengusaha hanya Mengejar Untung” yang dimuat di Koran Sindo tanggal 23 Oktober 2008 dimana inti dari tulisan beliau adalah menjawab sekaligus mengecam tulisan Wimar Witoelar yang berjudul “Menyelamatkan Bakrie” yang dimuat di Koran Sindo juga.

Lalu Mara Satria Wangsa mengecam pandangan Wimar Witoelar yang menyebutkan bahwa Bakrie adalah pengusaha nasional tetapi bukan nasionalis. Lalu Mara menilai pernyataan Wimar tersebut terlalu tendesius dan mengarah ke fitnah terhadap keluarga Bakrie. Dijelaskan oleh L. Mara bagaimana usaha keluarga Bakrie dan keluarganya dapat menyerap 35.000 orang tenaga kerja secara langsung dan 50.000 tenaga kerja secara tidak langsung. Ia juga menjelaskan kalau memang keluarga Bakrie tidak nasionalis buat apa menciptakan usaha dan menyerap begitu banyak tenaga kerja di Indonesia. Melalui tulisa itu juga L. Mara mempertanyakan kembali lebih nasionalis mana Aburizal Bakrie atau Wimar Witoelar.

Menanggapi jawaban atau kecaman L. Mara Wimar Witoelar sepertinya tidak mau menanggapinya secara sporadis, ia lebih memilih meng-up load tulisan L. Mara tersebut di situs-nya dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada para Netter setianya. Dan sudah bisa ditebak komentar Netter disitus milik Wimar tersebut 100 % mendukung si empunya situs, tapi tentunya hal tersebut adalah wajar-wajar saja, sewajar L. Mara membela Bakrie yang nota bene adalah bos-nya.

Terlepas dari itu semua tiang sebagai orang Sasak cukup bangga pada L.Mara karena sedikit tidak beliau telah membuktikan kepada tiang bahwa bangsa atau orang Sasak bisa seperti bangsa atau orang-orang dari suku lain yang memiliki otak yang cemerlang dan diperhitungkan.

>> Mengenai benar atau salah apa yang mereka sampaikan melalui tulisan-tulisan mereka tersebut tiang serahkan kepada semeton senamiyan, Tabek Walat !!